Sangat miris memang dengar laptop pribadi kita tahu-tahu di periksa di bandara. Bagaimana kalu isinya memang software ilegal?
Baru-baru ini saya sangat terkejut sekali mendengar berita yang dikirim ke email saya yang menyebutkan baru-baru ini di Cengkareng bahkan di bandara-bandara besar di Indonesia ada pemeriksaan software ilegal di laptop kita. Apakah ini benar?
Untung, saya ga menggubris berita ini, saya tahu bahwa mungkin ini adalah Hoax atu mungkin saja ini benar. Tetapi pokok permasalahannya bukan pemeriksaan software ilegal di komputer laptop kita. Apakah mereka berhak untuk memeriksa masalaha software tersebut? bukankah aparat keamanan yang berhak bukan aparat bandara?
Jadi menurut saya, kita janganlah takut apabila ada pemeriksaan seperti itu, bukankah kita tidak mengkomersialkan software itu? (meskipun bajakan). Tapi pada intinya kita harus sadar diri sudah saatnya kita meninggalkan software bajakan,
Dan pemberitaan yang dirilis detik bahwa: Pemeriksaan laptop di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, ternyata tidak bersifat tetap. Pemeriksaan hanya dilakukan secara acak, pun frekuensinya kecil sekali. Pemeriksaan itu juga tidak bermaksud memeriksa software bajakan dan gambar porno. “Kami tidak ada urusan dengan software bajakan,” kata petugas tersebut ketika berbincang dengan detikcom.
Jadi, berita yang dikirim itu adalah HOAX dimana si pengirim membikin cemas masyarakat dan memang orang iseng aja yang kirim.
Apa sebenarnya HOAX itu: HOAX adalah usaha untuk memperdaya orang-orang agar mempercayai sesuatu yang salah adalah benar (wikipedia).



